Jika begitu pentingnya memotivasi diri, lalu mengapa ada orang yang sulit melakukannya?? Sulit memotivasi diri disebabkan adanya berbagai hambatan memotivasi diri. Hambatan tersebut antara lain :
1). Kurangnya kepercayaan diri
Ini sering diekspresikan melalui perasaan, “Mampukah saya melakukannya??” atau “Saya tidak cukup mampu”, ”Saya tidak memenuhi syarat”, dan semacamnya. Ekspresi ini menggambarkan ketidakpercayaan diri pelakunya.
Kurangnya kepercayaan diri menyebabkan motivasi “sudah padam sejak awal”. Yakni dengan berpikir negatif terlebih dahulu terhadap diri sendiri. Motivasi membutuhkan “lahan” yang tepat untuk tumbuh. “Lahan” itu adalah kepercayaan diri.
2). Cemas
Kata “worry” (cemas) berasal dari kata Angla Saxon “weigan” yang artinya mencekik, membekap jalan pernafasan sampai tidak mampu bernafas. Bagi sejumlah orang kecemasan (worry) hampir selalu berakibat demikian. Maka, kecemasan adalah salah satu faktor penghambat motivasi. Karena kecemasan “membekap” berbagai kelebihan manusia. Termasuk juga motivasi yang dimiliki manusia.
3). Opini negatif
Opini negatif adalah salah satu penghambat motivasi yang paling sering dialami manusia. Lingkungan kita sering kali dipenuhi oleh orang-orang yang “pandai” melemparkan opini negatif daripada memberikan opini positif. Lebih banyak orang yang bisanya mencela, menjelek-jelekan dan melemahkan semangat kita untuk melakukan sesuatu. Mereka “menyeram-nyeramkan” kita dengan gambaran kegagalan atau kekecewaan yang akan kita alami jika kita ingin melakukan sesuatu. Hal ini menyebabkan motivasi kita terhambat untuk tumbuh berkembang.
4). Perasaan tidak ada masa depan
Ketika seseorang merasa dirinya tidak mempunyai masa depan, ia tentu saja kehilangan motivasi. Perasaan tidak ada masa depan (pesimis) disebabkan kegagalan yang sering di alami, sehingga dia tidak percaya lagi ada keberhasilan di masa depan. Bisa juga karena termakan oleh gencarnya opini negatif yang diterimanya. Atau bisa juga karena ketidakpercayaan terhadap dirinya atau lingkungannya.
5). Merasa diri tidak penting
Jika seseorang merasa dirinya tidak berguna, ia menjadi kehilangan motivasi. Perasaan ini diekspresikannya dengan “Tidak seorangpun memperhatikan saya”. “Saya orang yang tidak penting”, “Saya hanyalah mur di dalam sebuah mesin yang besar”, dan semacamnya. Perasaan tidak penting membuat kita tidak memiliki cita-cita besar. Membuat kita merasa “cukup sampai disini saja”, sehingga tak memiliki tantangan dan gairah hidup. Hal ini tentu akan menghambat tumbuhnya motivasi.
6). Tidak tahu apa yang terjadi
Kebingungan menyebabkan orang tak tahu apa yang akan diperbuat. Hal ini tentu akan menghambat tumbuhnya motivasi untuk berbuat. Bagaimana motivasi dapat tumbuh jika ia tak tahu apa yang harus diperbuat. Perasaan tidak tahu apa yang terjadi mungkin disebabkan rumitnya masalah. Atau karena terlalu banyak informasi simpang-siur yang diterimanya. Bisa juga karena terlalu banyak tuntunan. Atau karena memiliki keterlibatan secara emosional dengan masalah, sehingga sulit bersikap obyektif.
7). Pengakuan semu
Motivasi membutuhkan pengakuan (penghargaan) yang tulus. Ketika pengakuan diberikan secara semu, mungkin karena perasaan tidak enak, nepotisme, dan ketakutan, maka pengakuan itu tidak akan menumbuhkan motivasi yang kuat bagi pelakunya.







0 komentar: on "Hambatan Memotivasi Diri"
Posting Komentar